Monday, February 09, 2026

Khotbah (2) Minggu Transfigurasi 15 Februari 2026

 Khotbah Minggu Transfigurasi 15 Februari 2026 - Opsi 2

 

 WARISAN DALAM KEHIDUPAN (Kel. 24:12–18)

 

 Tinggallah di sini menunggu kami, sampai kami kembali lagi kepadamu; bukankah Harun dan Hur ada bersama–sama dengan kamu, siapa yang ada perkaranya datanglah kepada mereka (Kel. 24:14b)

 

Salam dalam kasih Kristus.

 

“Gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang, manusia mati meninggalkan nama.” Itu peribahasa yang terkenal. Manusia pasti mati. Jika seseorang berperilaku baik dan berkarya, ia akan meninggalkan nama baik. Jika kehidupannya buruk, ia akan meninggalkan nama yang buruk. Itulah warisan kehidupan. Warisan dapat diartikan sebagai legasi, peninggalan, pusaka, dan bentuk peninggalan lainnya.

 

 

 

Firman Tuhan di Minggu Transfigurasi hari ini adalah Kel. 24:12–18. Nas ini bercerita tentang Musa dalam perjalanan menuju Kanaan. Ia dipanggil Tuhan untuk naik ke gunung menerima loh batu, yaitu hukum dan perintah (ay. 12). Selama ia pergi, Musa mendelegasikan kepemimpinan kepada Harun dan Hur (ay. 14). Namun setelah Musa naik ke gunung, Harun mengikuti kemauan umat Israel dengan mengumpulkan anting-anting emas milik para istri dan anak-anak. Mereka membuat patung anak lembu emas dan menyembahnya (Kel. 32:2–6). Ini sangat menyedihkan.

 

 

 

Hidup ini juga dapat dimaknai sebagai sebuah pendelegasian. Kita orang percaya adalah utusan. Kita memiliki amanat dan misi Tuhan, dan kita hadir di dunia sesuai talenta serta karunia rohani yang diberikan. Ketika mati, selain kelak mempertanggungjawabkannya, kita pun meninggalkan Warisan dalam hidup, baik atau buruk atau perpaduan keduanya. Thomas Jefferson, Presiden Amerika Serikat yang ketiga, bahkan mengatakan bahwa seseorang perlu mempersiapkan tulisan tentang siapa dirinya selain nama pada batu nisan.

 

 

 

Warisan tidak hanya berupa harta dan kekuasaan. Ada banyak bentuk Warisan sebagai cara membangun nama baik, yakni:

 

 

 

1.       Iman yang teguh. “Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman” (2Tim. 4:7);

 

 

 

2.      Nilai-nilai hidup, karakter, atau tindakan penuh kasih, seperti yang dilakukan Mother Teresa. “Orang yang bijak akan mewarisi kehormatan” (Ams. 3:35; Rm. 12:9);

 

 

 

3.      Anak yang mandiri dan berhasil, sebagai buah hikmat (Ams. 3:1–4; Ul. 6:2; Mzm. 112:2), keteladanan, dan nilai-nilai yang diwariskan orang tua;

 

 

 

4.      Pemikiran, berupa tulisan, karya sastra, atau buku yang dianggap unggul dan mencerahkan. “Berbahagialah orang yang mendapat hikmat ... ia menjadi pohon kehidupan bagi orang yang memegangnya” (Ams. 3:13, 18);

 

 

 

5.      Jabatan. Kita tahu kisah Yusuf yang menjaga jabatan yang diberikan Potifar (Kej. 39:1–10). Dalam kantor pemerintahan atau swasta besar biasanya ada nama dan foto para pejabat sebelumnya serta sejarah yang dituliskan;

 

 

 

6.      Harta atau usaha. Meski uang tidak dapat menyelesaikan semuanya, uang dapat dipergunakan untuk kebaikan anak-cucu (2Kor. 12:14; Ams. 11:24; 13:22a). Namun fokus kita tidak boleh hanya pada harta duniawi (Mat. 6:19; Luk. 12:20–21);

 

 

 

7.      Monumen atau karya fisik. Jika mengingat Masjid Istiqlal, kita mengingat arsiteknya, F. Silaban. Banyak bangunan atau karya seni monumental menjadi pusaka berharga, seperti Monas, Patung Liberty, Gereja Katedral, Sagrada Família, serta lukisan Picasso dan Affandi. Absalom, karena tidak memiliki anak, membangun tugu peringatan bagi dirinya (2Sam. 18:18).

 

 

 

Nas minggu ini mengingatkan kita untuk menjaga kepercayaan dan misi yang diberikan Tuhan serta lembaga atau pihak yang menugaskan kita. Jangan seperti Harun dalam kisah tersebut. Ketika Musa diberitahu, ia segera turun gunung dan sangat marah, melemparkan loh batu dari Tuhan hingga hancur berkeping-keping. Hanya karena permohonan Musa, umat Israel tidak dimusnahkan Tuhan pada peristiwa itu (Kel. 32:7–30).

 

Mari kita menyiapkan diri untuk meninggalkan nama dan warisan yang baik, bukan hanya bagi anak-cucu tetapi juga untuk memuliakan nama Tuhan Yesus sebagai makna Minggu Transfigurasi hari ini.

 

Selamat beribadah dan selamat melayani.

 

Tuhan Yesus memberkati, amin.

 

Pdt. (Em.) Ir. Ramles Manampang Silalahi, D.Min.

 

 

Khotbah

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4

Renungan

Pengunjung Online

We have 20 guests and no members online

Statistik Pengunjung

13392955
Hari Ini
Kemarin
Minggu Ini
Minggu Lalu
Bulan Ini
Bulan Lalu
Keseluruhan
3639
5502
9141
13356142
36813
114941
13392955

IP Anda: 216.73.216.44
2026-02-09 16:46

Login Form