Monday, February 09, 2026

Khotbah Minggu Transfigurasi 15 Februari 2026

Khotbah Minggu Transfigurasi 15 Februari 2026 - Tuhan Yesus Dimuliakan

 

 TRANSFIGURASI UMAT (Mat. 17:1-9)

 

Minggu Transfigurasi adalah minggu terakhir sebelum Pra-Paskah. Transfigurasi berarti perubahan rupa atau metamorfosis; diambil dari Alkitab yakni saat wajah Tuhan Yesus berubah, bercahaya seperti matahari dan pakaian-Nya menjadi putih bersinar seperti terang, penuh dengan kemuliaan. Peristiwa itu dikisahkan dalam Mat. 17:1-9 yang menjadi bacaan kita Minggu ini, tatkala Tuhan Yesus bersama tiga murid-Nya (Yohanes, Petrus dan Yakobus) bertemu dengan Musa dan Elia di atas gunung yang tinggi, kemungkinan Gunung Hermon atau Tabor, tempat berada Gereja Transfigurasi saat ini.

 

 

Hari Rabu pasca Minggu Transformasi adalah Rabu Abu, sebuah peringatan dan penghayatan bahwa kita berasal dari debu dan kembali menjadi debu (Kej. 3:19). Umat Katholik diolesi keningnya sebagai simbol. Selama enam minggu ke depan, kita akan melewati masa pra-paskah (lent) dan akan tiba di Jumat Agung, peringatan akan penderitaan Tuhan Yesus di sepanjang hari, via dolorosa dan berakhir Ia mati tergantung di kayu salib, sebagai pengganti tebusan bagi kita orang berdosa.

 

 

Peristiwa transfigurasi di atas gunung meneguhkan beberapa hal, yakni: pertama, kebenaran Tuhan Yesus "yang walaupun dalam rupa Allah ... mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia (Flp. 2:6-7). Hal ini ditegasan Yohanes yang ikut naik ke gunung, dengan menuliskan: "Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa...." (Yoh. 1:14). Rasul Petrus juga menuliskan kesaksiannya, "Suara itu kami dengar datang dari sorga, ketika kami bersama-sama dengan Dia di atas gunung yang kudus" (2Pet. 1:18, band. ayat 5 nas).

 

 

 

Pesan kedua nas minggu ini untuk menyegarkan ingatan kita, bahwa bersama di dalam hadirat Tuhan sungguh menyenangkan. Tuhan Yesus naik ke gunung tinggi itu untuk berdoa (ayat 1; Luk. 9:28). Respon Petrus melihat situasi itu berkata: “Tuhan, betapa bahagianya kami berada di tempat ini. Jika Engkau mau, biarlah kudirikan di sini tiga kemah, satu untuk Engkau, satu untuk Musa dan satu untuk Elia" (ayat 4). Ada sukacita penuh. Ada semangat melayani. Maka, jika hidup kita saat ini lebih fokus pada diri sendiri, kurang berbahagia, berusahalah lebih banyak waktu bersama Tuhan. Doa, pujian, dan bacalah buku-buku tentang Yesus. Kebahagiaan pun akan berlimpah.

 

 

 

Hal terakhir pesan nas minggu ini adalah penegasan Tuhan Yesus adalah Allah Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru, sekaligus Allah orang mati dan yang hidup. Nabi Musa dan Elia mewakili figur utama dalam PL, bertemu dengan Tuhan Yesus. Melalui nas ini juga ada pemberitahuan awal, Ia akan bangkit dari kematian (ayat 9), dan nubuatan itu digenapi. Ini sekaligus pengajaran kepada kita, di balik kejadian yang membuat kita sedih atau menderita, bersama Tuhan Yesus semua akan berakhir dengan sukacita dan kemenangan. Mari terus memuliakan dan menyenangkan hati Tuhan dan ikut mentrasfigurasikan wajah umat sebagai kesaksian bagi sesama.

 

Selamat beribadah dan selamat melayani.

  

Tuhan Yesus memberkati, amin.

 

Pdt. (Em.) Ir. Ramles Manampang Silalahi, D.Min.

 

 

Khotbah

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4

Renungan

Pengunjung Online

We have 21 guests and no members online

Statistik Pengunjung

13392956
Hari Ini
Kemarin
Minggu Ini
Minggu Lalu
Bulan Ini
Bulan Lalu
Keseluruhan
3640
5502
9142
13356142
36814
114941
13392956

IP Anda: 216.73.216.44
2026-02-09 16:46

Login Form