Thursday, April 03, 2025

Khotbah (3) Minggu V Prapaskah 6 April 2025

Khotbah (3) Minggu V Prapaskah 6 April 2025

 

 PERKARA-PERKARA BESAR (Mzm. 126:1-6)

 

 "Orang-orang yang menabur dengan mencucurkan air mata, akan menuai dengan bersorak-sorai" (Mzm. 126:5).

 

 

 

Firman Tuhan bagi kita pada Minggu V Pra Paskah ini diambil dari Mzm. 126:1-6 (nas lainnya menurut Leksionari Yes. 43:16-21; Flp. 3:4b-14; Yoh. 12:1-8). Mazmur ini merupakan mazmur yang diduga ditulis Nabi Ezra, sebagai ekspresi sukacita bangsa Yahudi setelah dibebaskan dari pembuangan oleh Raja Koresh. Tangan Tuhan selalu bekerja dan tidak membatasi cara yang lazim dipikirkan manusia. Raja Koresh tidak mengenal Allah Israel, tetapi ia dipakai-Nya sebagai alat pembebasan umat-Nya (2Taw. 36:22). Pikiran manusia terbatas untuk rencana dan karya Allah Mahabesar yang tak berbatas.

 

 

 

Umat Israel bersukacita karena Tuhan telah melakukan perkara-perkara besar dalam kehidupan mereka. Ini sama dengan kita tatkala datang berita sukacita besar, atau kita terbebas dari belenggu pergumulan besar. Dan ini juga sama dengan saat kita ditebus-Nya, dibebaskan dari maut neraka. Semua bagai mimpi (ayat 1), mulut penuh tawa dan lidah bersorak-sorai (ayat 2-3). Dalam keadaan itu, kita layak menyanyi memuji meninggikan nama-Nya.

 

 

 

Dalam sukacita kita tidak boleh melupakan yang lain. Asyik sendiri bukan ciri Kristiani. Mazmur ini pun mengajak yang sudah dibebaskan untuk berdoa bagi mereka yang belum bebas. Tantangan baru juga nyata di negeri sendiri. Mereka pun memohon dipulihkan. Digambarkan mereka bagaikan batang air kering di Tanah Negeb. Tandus. Penghiburan dan kekuatan terus mereka berikan bagi saudara-saudara yang masih dalam pembuangan dan pergumulan bersama, agar tetap kuat dan setia. Janji Tuhan jelas dan pasti: "Orang-orang yang menabur dengan mencucurkan air mata, akan menuai dengan bersorak-sorai" (ayat 5).

 

 

 

Pesan terakhir nas ini, tetaplah sabar saat pergumulan, dengan keyakinan kita selalu ada dalam tangan kasih pemeliharaan Allah. Manusia harus menyesuaikan dengan maksud dan rencana-Nya, meski kadang kala kita tak harus mengerti. "Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu (Yes. 55:9).

 

 

 

Memaksakan kehendak jelas tidak disukai-Nya. Justru kita diminta, dalam segala situasi kondisi terus berkarya, maju menjadi saksi, menabur benih, memperlihatkan keteguhan. Seperti ayat 6 penutup mazmur ini: "Orang yang berjalan maju dengan menangis sambil menabur benih, pasti pulang dengan sorak-sorai sambil membawa berkas-berkasnya." Dan, orang yang melihat tetapi tidak mengenal Allah kita pun akan berkata: "TUHAN telah melakukan perkara besar kepada orang-orang ini!" Hosiana....

 

Selamat beribadah dan selamat melayani.

 

Tuhan Yesus memberkati, amin.

 

Pdt. (Em.) Ir. Ramles Manampang Silalahi, D.Min.

 

 

Khotbah

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4

Renungan

Pengunjung Online

We have 68 guests and no members online

Statistik Pengunjung

11910918
Hari Ini
Kemarin
Minggu Ini
Minggu Lalu
Bulan Ini
Bulan Lalu
Keseluruhan
1548
4676
21123
11858979
14970
0
11910918

IP Anda: 172.71.124.194
2025-04-03 09:05

Login Form