Khotbah (3) Minggu XIX Setelah Pentakosta – 4 Oktober 2026
HIKMAT TAURAT DAN KASIH (Kel. 20: 1–4, 7–9, 12–20)
”Janganlah takut, sebab Allah telah datang dengan maksud untuk mencoba kamu dan dengan maksud supaya takut akan Dia ada padamu, agar kamu jangan berbuat dosa” (Kel. 20:20)
Doktrin Kekristenan mengenal dua hukum utama: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu, dengan segenap jiwamu, dan dengan segenap akal budimu. Dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi" (Mat. 22:36–40).
Firman Tuhan bagi kita di hari Minggu berbahagia ini adalah "Kel. 20:1–4, 7–9, 12–20". Nas ini memuat Sepuluh Perintah Allah, Dasa Titah, yang diturunkan kepada bangsa Israel saat dalam perjalanan pulang ke Tanah Kanaan. Sepuluh Perintah ini juga tercantum pada Ul. 5:6–21 dan diberikan melalui Musa di Gunung Sinai pada dua loh batu yang ditulis dengan jari Allah (Kel. 31:18).
Sepuluh Perintah Allah mengatur umat Israel agar beribadah kepada Allah saja, tidak menyebut nama-Nya dengan sembarangan, menguduskan hari Tuhan (ayat 2–4; 7–9), menghormati orang tua, serta melarang membunuh, berzina, mencuri, bersaksi dusta, bersikap tidak adil, dan berhasrat mengingini milik orang lain (ayat 12–17). Bagian pertama mengatur hubungan manusia dengan Allah (kesatu hingga keempat), sedangkan bagian kedua mengatur hubungan manusia dengan sesamanya (kelima sampai kesepuluh). Dengan demikian, perintah ini paralel dengan dua hukum utama tadi.
Tuhan Yesus, yang merupakan penggenapan Perjanjian Lama (Luk. 24:44–53), mengatakan, "Janganlah kamu menyangka bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang untuk menggenapinya. Sesungguhnya, selama belum lenyap langit dan bumi, satu iota atau satu titik pun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat" (Mat. 5:17–18).
Berdasarkan nas ini, ada pandangan yang mengatakan semua isi Perjanjian Lama harus ditaati secara harfiah. Namun, pandangan lain menekankan bahwa sepanjang sudah ada pemahaman baru yang diberikan oleh Tuhan Yesus dalam Perjanjian Baru dan berbeda cara serta maknanya pada Perjanjian Lama, beberapa ayat dapat ditafsirkan atau disesuaikan. Contohnya, sunat lahiriah tidak wajib (Rm. 2:29), memakan ikan yang tidak bersirip dan bersisik diperbolehkan (Im. 11:10; Mat. 15:11; 1Tim. 4:4), dan penafsiran tentang hari Sabat dapat berbeda (Kol. 2:16).
Menjadi pengikut Kristus memang memerlukan hikmat. Perbedaan tidak boleh menimbulkan pertentangan atau perpecahan. Jangan menafsirkan ayat sesuai selera dan kepentingan sendiri. Kita perlu merendah, membuka hati, mencari masukan dari hamba Tuhan yang ahli, membaca ulang Firman-Nya, dan berdoa. Alkitab menegaskan, "Barangsiapa mau melakukan kehendak-Nya, ia akan tahu apakah ajaran-Ku berasal dari Allah atau Aku berkata dari diri-Ku sendiri" (Yoh. 7:17).
Melalui nas minggu ini, kita diingatkan untuk takut akan Tuhan (ayat 18–20). Dalam keseharian, kita diajak untuk terus menjadi serupa dengan-Nya dan berperilaku sesuai makna Sepuluh Perintah serta dua hukum utama: kasihilah Allah dan kasihilah sesama. Tuhan Yesus menegaskan hukum ini secara singkat dan padat, "Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka. Itulah isi seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi" (Mat. 7:12).
Hukum kedua, yang sama pentingnya, dapat lebih mudah diuji melalui Firman-Nya: "Jikalau seorang berkata, 'Aku mengasihi Allah,' tetapi ia membenci saudaranya, maka ia adalah pendusta. Barangsiapa tidak mengasihi saudaranya yang dilihatnya, tidak mungkin mengasihi Allah yang tidak dilihatnya" (1Yoh. 4:20).
Nah, sudah periksa diri: “Sudahkah kita mengasihi sesama seperti Allah mengasihi kita?”
Selamat beribadah dan selamat melayani.
Tuhan Yesus memberkati. Amin.
Pdt. (Em.) Ir. Ramles Manampang Silalahi, D.Min.
Berita Terbaru
Khotbah
-
Khotbah Minggu XIX Setelah Pentakosta – 4 Oktober 2026MENGENAL DIA DAN MENJADI SERUPA DENGAN DIA (Flp. 3:4b-14) Bacaan...Read More...
-
Khotbah (2) Minggu XIX Setelah Pentakosta – 4 Oktober 2026KERAJAAN YANG DIAMBIL (Mat. 21:33-46) "Sebab itu, Aku berkata...Read More...
-
Khotbah (3) Minggu XIX Setelah Pentakosta – 4 Oktober 2026HIKMAT TAURAT DAN KASIH (Kel. 20: 1–4, 7–9, 12–20) ”Janganlah...Read More...
- 1
- 2
- 3
- 4
Renungan
-
Khotbah Utube Membalas Kebaikan Tuhan Bagian 1Membalas Kebaikan Tuhan Bagian 1 Khotbah di RPK https://www.youtube.com/watch?v=WDjALZ3h3Wg Radio...Read More...
-
Khotbah Tahun Baru 1 Januari 2015Khotbah Tahun Baru 1 Januari 2015 Badan Pengurus Sinode Gereja Kristen...Read More...
-
Khotbah Minggu 19 Oktober 2014Khotbah Minggu 19 Oktober 2014 Minggu XIX Setelah Pentakosta INJIL...Read More...
- 1
Pengunjung Online
We have 44 guests and no members online
