Monday, June 08, 2026

Khotbah (3) Minggu III Setelah Pentakosta - Minggu 14 Juni 2026

Khotbah Minggu III Setelah Pentakosta - Minggu 14 Juni 2026 - Opsi 3

 

 JANJI, KEBAIKAN DAN MUKJIZAT (Kej. 18:1–15)

 

 ”Adakah sesuatu apapun yang mustahil untuk TUHAN?” (Kej. 18:14)

 

Salam dalam kasih Kristus.

 

Firman Tuhan di hari Minggu yang berbahagia ini adalah Kej. 18:1–15. Judul perikopnya: "Allah mengulangi menjanjikan seorang anak laki-laki kepada Abraham." Mengulangi berarti kedua kalinya, karena Tuhan telah memberikannya sebelumnya di Kej. 13:16: “Dan Aku akan menjadikan keturunanmu seperti debu tanah banyaknya” (bdk. Kej. 22:17, keturunanmu seperti bintang di langit dan seperti pasir di tepi laut).

 

Bagi kita, apakah sudah merasa memiliki janji Tuhan? Atau hanya sebatas janji-Nya memberi hidup kekal untuk masuk surga dengan percaya dan taat kepada-Nya? Bagaimana dengan mukjizat, apakah ada janji Tuhan tentang pengharapan dan pergumulan dalam kehidupan sehari-hari? Memang diperlukan iman yang kuat untuk mempercayai bahwa Tuhan mau, mampu, dan berkuasa memenuhi janji-Nya kepada orang percaya.

 

Kegagalan memiliki janji biasanya terjadi karena kita tidak dapat melihat dan merasakan bahwa Tuhan itu ADA, Mahakuasa, Mahahadir, dan ingin campur tangan dalam kehidupan semua orang. Jika seseorang tidak percaya Tuhan ada, ya disayangkan; kalau cuek, tidak peduli pun, ya begitu adanya. Namun IA tetap berkuasa dalam kehidupan semua orang, termasuk yang tidak percaya. Bagi orang yang berpikir jernih, ada banyak hal dalam hidup yang tidak mampu kita mengerti. Tidak mungkin juga kita memahami seluruh jalan kehidupan. Karena itu benar, Tuhan adalah jawaban bagi hal-hal yang tidak dapat kita pahami.

 

Melalui nas minggu ini, kita diajar bahwa Tuhan berkuasa memberi janji dan mukjizat, sebagaimana yang terjadi pada Abraham. Kita tahu ceritanya, meski Sarah sudah tua, ia melahirkan Ishak, anak laki-laki bagi Abraham. Sarah semula tertawa, menyepelekan janji tersebut (ayat 15), tetapi Tuhan tetap setia pada janji-Nya.

 

Secara umum, janji atau perjanjian terjadi antara dua pihak, bukan sepihak. Dalam hal ini Tuhan dapat berinisiatif, tetapi kadang inisiatif dapat muncul dari kita. Janji-janji Tuhan ada dalam Alkitab. Maka, perlu rajin membaca, bersekutu, dan berdoa. Interaksi dengan Tuhan melalui firman akan menghasilkan janji bagi kehidupan kita.

 

Selanjutnya, apa bagian kita? Setia dan terus berbuat kebaikan. Dalam nas ini diceritakan bahwa Abraham menjamu tiga orang yang tidak ia kenal. Abraham berlari dari pintu kemahnya menyongsong mereka, lalu sujud sampai ke tanah. Ia mengambil air, membasuh kaki mereka, dan memberikan sepotong roti. Ternyata mereka adalah malaikat (ay. 2–5).

 

Kebaikan Abraham juga terlihat ketika ia mengalah kepada Lot, keponakannya. Peristiwa ini terjadi ketika para gembala mereka bertengkar karena lahan yang sempit. Lot tidak menghargai pamannya dan langsung memilih bagian terbaik, yaitu Lembah Yordan. Kita tahu akhirnya: Tuhan memusnahkan daerah itu dalam peristiwa Sodom dan Gomora (Kej. 13:1–16).

 

Kebaikan ketiga yang ditunjukkan Abraham sekaligus menjadi ujian iman, yaitu ketika ia mempersembahkan anaknya sebagai korban bakaran. Sulit membayangkan hati Abraham ketika Ishak, anak tunggalnya, dinaikkan ke pelana keledai, kayu untuk korban telah dibelah, dan Ishak diletakkan di atasnya. Namun dengan iman, Abraham tetap melakukannya meski hatinya menangis. Kita tahu Tuhan itu baik, Ia hanya menguji, dan akhirnya menyediakan domba jantan sebagai persembahan pengganti (Kej. 22:1–18).

 

Karena itu, bagi kita yang berharap mukjizat, perlu mengikat perjanjian dengan Tuhan, dan IA pasti berkuasa melakukannya. Kita perlu memperbanyak kebaikan bagi sesama dan bagi-Nya. Teruslah taat, setia, dan berbuah. “Adakah sesuatu apa pun yang mustahil untuk TUHAN?” (ay. 14).

 

Pegang dan percayalah, “Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia” (Rm. 8:28).

 

Selamat beribadah dan selamat melayani.

Tuhan Yesus memberkati. Amin.

 

Pdt. (Em.) Ir. Ramles Manampang Silalahi, D.Min.

 

 

Khotbah

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4

Renungan

Pengunjung Online

We have 25 guests and no members online

Statistik Pengunjung

13958209
Hari Ini
Kemarin
Minggu Ini
Minggu Lalu
Bulan Ini
Bulan Lalu
Keseluruhan
4091
3339
7430
13932654
22577
131119
13958209

IP Anda: 216.73.216.77
2026-06-08 20:43

Login Form