Khotbah (3) Minggu IV Setelah Epifani, 1 Februari 2026
Khotbah Minggu IV Setelah Epifani, 1 Februari 2026 – Opsi 3
KELUHAN TUHAN (Mi. 6:1–8)
Umat–Ku, apakah yang telah Kulakukan kepadamu? Dengan apakah engkau telah Kulelahkan? Jawablah Aku! (Mi. 6:3)
Salam dalam kasih Kristus.
Tuhan mengeluh? Bagaimana bisa? Ia kan Mahakuasa? Ya, betul. Namun itulah yang disampaikan oleh Nabi Mikha dalam nas bacaan hari Minggu ini dari Mikha 6:1–8. Ayat 3 menunjukkan betapa Tuhan kecewa melihat umat-Nya Israel saat itu. “Sebab Tuhan mempunyai pengaduan terhadap umat-Nya dan Ia beperkara dengan Israel” (ay. 2b).
Tuhan Yesus Kristus adalah Roh dan Pribadi. Alkitab menjelaskan bahwa sebagai Pribadi Ia memiliki perasaan, seperti rasa suka dan senang (Hosea 6:6; Imamat 1:9 dan ayat lainnya), benci terhadap orang fasik (Mazmur 11:5; 45:7; Amsal 6:16). Allah juga kadang merasa menyesal melihat perbuatan jahat manusia (Kejadian 6:5–6; 1 Samuel 15:11). Ia dapat murka (Roma 1:18) dan menghukum (Roma 5:9). Allah memiliki kehendak (Roma 9:15–16), memilih (Efesus 1:4) atau menolak (Roma 11:2).
Namun Allah adalah Mahakasih dan Mahasetia. Ia rela berkorban (Yohanes 3:16; 2 Petrus 3:9) dan setia (Ulangan 7:9; Mazmur 89:2; 106:1). Allah bahkan bersumpah ketika mengikat janji (Ibrani 6:13). Ia Mahakuasa sehingga janji-Nya pasti. Dalam kaitan itu Allah memiliki akal dan pikiran untuk membuat rencana (Mazmur 92:5; Yesaya 55:8; Efesus 1:9), menyelidiki, memeriksa, dan mengerti (Mazmur 139:1–3). Ia adalah Pencipta (Kejadian 1:1–31) dan Mahatahu (Mazmur 139:2; 147:4–5; Yesaya 40:13–14; Ibrani 4:13).
Kita layak bersyukur atas keberadaan dan sifat Allah tersebut. Ia mengetahui hati dan perasaan kita, harapan, dan pergumulan. Itu mendorong kita untuk lebih mengenal-Nya, menaruh hormat dan takut, sebab dengan cara itu Ia akan mengasihi kita dan memenuhi segala pengharapan yang seturut dengan rencana serta kehendak-Nya.
Dalam nas minggu ini disebutkan bahwa Tuhan kecewa dan mengeluh terhadap bangsa Israel, umat yang dibentuk-Nya, dipilih, diselamatkan dari perbudakan Mesir, diberi pemimpin Musa, Harun, dan Miryam, serta dilindungi dari musuh (ayat 4–5). Namun bangsa Israel melakukan kekejian terhadap Dia dengan menyembah berhala, bahkan mempersembahkan anak-anak mereka sebagai korban (ay. 7b).
Karena itu Allah menuntut dan hendak menghukum mereka. “Maka Aku pun mulai memukul engkau, menanduskan engkau oleh karena dosamu. Engkau akan makan tetapi tidak menjadi kenyang dan perutmu tetap mengamuk karena lapar. Engkau akan menabur tetapi tidak menuai, mengirik buah zaitun tetapi tidak berurap dengan minyaknya, juga mengirik buah anggur tetapi tidak meminum anggurnya” (ay. 13–15).
Umat Israel menyadari kesalahannya. Mereka mencoba menebusnya dengan membawa korban persembahan berupa domba dan minyak (ayat 6–7). Namun pengakuan bersalah saja tidak cukup. Tuhan lebih berkenan pada tindakan nyata. “Hai manusia, telah diberitahukan kepadamu apa yang baik. Dan apakah yang dituntut Tuhan daripadamu selain berlaku adil, mencintai kesetiaan, dan hidup dengan rendah hati di hadapan Allahmu?” (ay. 8).
Pesan firman Tuhan ini sangat jelas bagi kita. Ia tidak hanya mengharapkan kita sekadar percaya atau memuji melalui ritual dan seremoni. Tuhan berkenan kepada kebenaran dan kesetiaan. Ia ingin kita melakukan tiga kebaikan (ayat 8), yaitu bertindak adil terhadap sesama, mencintai kesetiaan, dan hidup dengan rendah hati di hadapan Allah. Dengan murah hati memberi kebaikan untuk menolong orang lain, selalu rendah hati di hadapan Allah dan sesama, serta saling menghormati dan mendahulukan kepentingan orang lain (Filipi 2:3–4). Mereka yang tidak mengasihi manusia yang dilihatnya tidak mungkin mengasihi Allah yang tidak dilihatnya (1 Yohanes 4:20). Itulah kunci dan parameternya.
Semoga Tuhan menuntun kita melakukan kehendak-Nya.
Selamat beribadah dan selamat melayani.
Tuhan Yesus memberkati, amin.
Pdt. (Em.) Ir. Ramles Manampang Silalahi, D.Min.
Berita Terbaru
Khotbah
-
Khotbah Minggu IV Setelah Epifani, 1 Februari 2026Khotbah Minggu IV Setelah Epifani, 1 Februari 2026 HIKMAT...Read More...
-
Khotbah (2) Minggu IV Setelah Epifani, 1 Februari 2026Khotbah Minggu IV Setelah Epifani, 1 Februari 2026 – Opsi 2 UCAPAN...Read More...
-
Khotbah (3) Minggu IV Setelah Epifani, 1 Februari 2026Khotbah Minggu IV Setelah Epifani, 1 Februari 2026 – Opsi 3 KELUHAN...Read More...
- 1
- 2
- 3
- 4
Renungan
-
Khotbah Utube Membalas Kebaikan Tuhan Bagian 1Membalas Kebaikan Tuhan Bagian 1 Khotbah di RPK https://www.youtube.com/watch?v=WDjALZ3h3Wg Radio...Read More...
-
Khotbah Tahun Baru 1 Januari 2015Khotbah Tahun Baru 1 Januari 2015 Badan Pengurus Sinode Gereja Kristen...Read More...
-
Khotbah Minggu 19 Oktober 2014Khotbah Minggu 19 Oktober 2014 Minggu XIX Setelah Pentakosta INJIL...Read More...
- 1
Pengunjung Online
We have 37 guests and no members online
