Monday, January 26, 2026

Kabar dari Bukit, Minggu 18 Januari 2026

Kabar dari Bukit

 

 IMAN INSTAN ATAU IMAN SEJATI? (Mzm. 40:1-11)

 

 ”Aku sangat menanti-nantikan Tuhan; lalu Ia menoleh dan mendengar teriakku minta tolong” (Mzm. 40:2)

 

 

Iman memang dasar dari segala sesuatu (Ibr. 11:1a) dan tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah (Ibr. 11:6). Di dalam pengharapan atau pergumulan penderitaan, kita orang percaya memang kadang menuntut instan buah dari iman; ingin melihat hasil langsung kepercayaan kita terhadap Dia. Tetapi Alkitab mengajarkan: "O, alangkah dalamnya kekayaan, hikmat dan pengetahuan Allah! Sungguh tak terselidiki keputusan-keputusan-Nya dan sungguh tak terselami jalan-jalan-Nya!" (Rm. 11:33). "Sebab, rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman TUHAN" (Yes. 55:8).

 

 

 

Firman Tuhan bagi kita di hari Minggu yang berbahagia ini adalah Mzm. 40:1-11. Ini ungkapan hati Raja Daud yang tetap setia dan bersyukur meski melewati tantangan dan penderitaan yang berat. Oleh karena itu judul perikop nas ini adalah: Syukur dan doa. Daud percaya meski di saat tidak berdaya, tetap "sangat menanti-nantikan TUHAN" (ay. 2a).

 

 

 

Nas minggu ini mengajarkan kita beberapa hal. Pertama, agar tetap percaya dan berpegang pada kuasa dan pertolongan Tuhan. Raja Daud bersaksi: “Ia mengangkat aku dari lubang kebinasaan, dari lumpur rawa; Ia menempatkan kakiku di atas bukit batu, menetapkan langkahku, Ia memberikan nyanyian baru dalam mulutku untuk memuji Allah kita" (ay. 3-4a). Seberat apa pun ujian dan cobaan yang datang, Tuhan tidak membiarkan dan justru memampukan kita. "Segala hal dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku" (Flp. 4:13) 

 

 

 

Kedua, atas dasar pertolongan Tuhan, kita layak memuji rencana dan karya-Nya dalam hidup kita; tidak mempersoalkan berupa sukacita atau pergumulan penderitaan, kita tetap percaya dan mengandalkan-Nya. "Berbahagialah orang yang menaruh kepercayaannya pada Tuhan" (ay. 5-6). Perlu pengakuan bahwa Tuhan baik dengan memberi kehidupan dan kesempatan. "Banyaklah yang telah Kaulakukan, ya Tuhan, Allahku, perbuatan-Mu yang ajaib dan rencana-Mu untuk kami. Tidak ada yang dapat disejajarkan dengan Engkau! Aku mau memberitakan dan mengatakannya, tetapi terlalu besar jumlahnya untuk dihitung" (ay. 6).

 

 

 

Ketiga, iman memang kadang diuji untuk membuktikan kesejatiannya. Dalam hal ini iman tidak hanya ungkapan syukur berupa persembahan, melainkan juga ketaatan penuh hingga menang. "Engkau telah membuka telingaku; .... aku suka melakukan kehendak-Mu, ya Allahku; Taurat-Mu ada dalam lubuk hatiku” (ay. 7, 9). Iman dan ibadah sejati memerlukan ketaatan dari hati, dan iman sejati tidak menuntut “jalan pintas", melainkan ketekunan menanti Tuhan dengan setia di tengah ketidakpastian. Iman yang sejati melahirkan ketekunan yang teruji melalui waktu, menghasilkan buah yang matang dan menjadi sempurna serta utuh (Yak. 1:3-4; Rm. 8:25).

 

 

 

Terakhir, segala karya dan kasih setia Tuhan perlu dinyatakan terbuka sehingga semakin banyak yang diselamatkan. "Aku mengabarkan keadilan... bahkan tidak kutahan bibirku.... Keadilan tidaklah kusembunyikan dalam hatiku, kesetiaan-Mu dan karya keselamatan-Mu kubicarakan, kasih-Mu dan kebenaran-Mu tidak kudiamkan kepada jemaah yang besar" (ay. 10–11). Kemenangan iman membuat "Banyak orang akan melihatnya dan menjadi takut, lalu percaya kepada TUHAN" (ay. 4b). Nas minggu ini mengajar kita bahwa Tuhan hanya menyelamatkan orang yang sabar menanti-Nya,  menuntun kepada ketaatan sejati serta kesaksian yang hidup bahwa Tuhan itu setia dan Mahabaik.

 

Selamat hari Minggu dan selamat beribadah.

 

Tuhan Yesus memberkati, amin.

 

Pdt. (Em.) Ir. Ramles Manampang Silalahi, D.Min.

 

 

Khotbah

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4

Renungan

Pengunjung Online

We have 36 guests and no members online

Statistik Pengunjung

13337409
Hari Ini
Kemarin
Minggu Ini
Minggu Lalu
Bulan Ini
Bulan Lalu
Keseluruhan
2239
3015
5254
13308755
96208
141921
13337409

IP Anda: 216.73.216.175
2026-01-26 16:02

Login Form