Friday, February 28, 2025

KHOTBAH (2) MINGGU TRANSFIGURASI – 2 Maret 2025

KHOTBAH (2) MINGGU TRANSFIGURASI – 2 Maret 2025

 

TRANSFIGURASI DAN TRANSFORMASI (Kel. 34:29-35)

 

“Apabila orang Israel melihat muka Musa, bahwa kulit muka Musa bercahaya, maka Musa menyelubungi mukanya kembali sampai ia masuk menghadap untuk berbicara dengan TUHAN” (Kel. 34:35)

 

Hari ini minggu terakhir rangkaian Epifani, masuk ke Minggu Transfigurasi, yakni 40 hari sebelum Yesus disalibkan. Kita akan masuk hari Rabu Abu dan Pra-Paskah minggu depan. Perayaan Minggu Transfigurasi dilakukan untuk mengingat Tuhan Yesus dimuliakan di atas gunung, saat bertemu dengan Musa dan Elia; Transfigurasi berarti perubahan muka/bentuk. Saat itu muka Yesus bercahaya, seperti matahari penuh dengan kemuliaan. Murid yang hadir yakni Petrus, Yakobus dan Yohanes terkesima, dan langsung tersungkur (Mat. 17:1-5).

 

Bacaan Firman Tuhan bagi kita dari Kel. 34:29-35. Nas ini bercerita tentang penampakan Allah kepada Musa di atas Gunung Sinai. Kita tahu loh batu pertama berisi Hukum Taurat telah hancur. Musa melemparkannya ke anak lembu emas yang disembah umat Israel (Kel. 32:19). Lalu Musa membuat dua loh batu baru, dan kembali naik ke gunung. Ia menyerukan nama TUHAN, berlutut memohon pengampunan atas dosa yang dilakukan umat. Allah mengampuni, kemudian berfirman, memberi janji dan petunjuk hidup yang harus dipenuhi oleh bangsa Israel (ay. 10-27).

 

Ketika Musa turun dari gunung Sinai – kedua loh hukum Allah ada di tangan Musa – tidaklah ia tahu, bahwa kulit mukanya bercahaya oleh karena ia telah berbicara dengan TUHAN (ay. 29).  Musa tinggal selama 40 hari di atas, bersekutu dengan Tuhan (ay. 28). Ia tidak makan minum, dan ini meneguhkan kuasa Allah dan pemeliharaan-Nya yang luar biasa, sekaligus membenarkan “bekerjalah, bukan untuk makanan yang akan dapat binasa (Yoh. 6:27), dan hidup tidak semata-mata urusan roti” (Mat. 4:4).

 

Kini bagi kita, apakah ada kerinduan untuk “berjumpa” dengan Allah? Pernahkah kita merasakan, Allah hadir dalam hidup kita? Tentu tidak semua orang memiliki pengalaman yang sama. Ada yang merasakan Allah hadir saat berdoa pribadi, atau ketika menyanyikan pujian, atau saat beribadah di tengah jemaat. Semua itu adalah momen spesial bagi kita orang percaya, yang perlu memilikinya. Transfigurasi Roh Yesus menjadi aliran kuasa baru, perasaan membeludak, tanda-tanda dalam tubuh, dan hal lainnya yang dapat “dilihat” oleh mata rohani. Kita tidak dapat membatasi cara Allah menyentuh hati kita; Dia memungkinkan segalanya.

 

Pesan nas minggu ini, sesuai makna Minggu Transfigurasi, yakni agar hidup kita semakin berubah dan dibaharui menjadi serupa dengan Dia. Transfigurasi Tuhan Yesus perlu diikuti oleh transformasi diri kita. Untuk itu mari berupaya membuka selubung yang menutupi mata rohani kita, ingin “bertemu dan merasakan kehadiran” Allah. Rajinlah berdoa secara khusus, seperti Tuhan Yesus berdoa di bukit. Jaga kekudusan hidup, mohonkan ampun sebagaimana disampaikan Musa, dan meminta Tuhan memimpin dan menyerahkan hidup kita kepada-Nya (ay. 9). Ingatlah, perubahan itu sulit, tapi tiada yang mustahil bagi orang percaya, dan tidak ada yang mustahil bagi Allah (Mrk. 9:23; 14:36). Inisiatif seringnya bukan dari Allah, tetapi dari kita anak-anak-Nya yang rindu akan jamahan-Nya. Maukah kita?

Selamat beribadah dan selamat melayani.

Tuhan Yesus memberkati, amin.

Pdt. (Em.) Ir. Ramles Manampang Silalahi, D.Min.

 

Khotbah

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4

Renungan

Pengunjung Online

We have 19 guests and no members online

Statistik Pengunjung

11724693
Hari Ini
Kemarin
Minggu Ini
Minggu Lalu
Bulan Ini
Bulan Lalu
Keseluruhan
1376
5257
39766
11656100
148350
1949916
11724693

IP Anda: 172.71.124.232
2025-02-28 14:21

Login Form