Friday, February 28, 2025

Kabar dari Bukit Minggu 23 Februari 2025

Kabar dari Bukit

 

SAMPAI BERTEMU DI SORGA (1Kor. 15: 35-38, 42-50)

 

“Demikianlah pula halnya dengan kebangkitan orang mati. Tubuh yang ditaburkan dalam kebinasaan, dibangkitkan dalam ketidakbinasaan; yang ditaburkan dalam kehinaan, dibangkitkan dalam kemuliaan; yang ditaburkan dalam kelemahan, dibangkitkan dalam kekuatan” (1Kor. 15:42-43)

 

Kita sering mendengar renungan/khotbah penghiburan saat seseorang meninggal dunia, dikatakan bahwa meski mereka mendahului, namun kelak kita akan bertemu kembali di sorga. Kebangkitan orang mati memang salah satu doktrin Kristiani sebagaimana dinyatakan dalam bagian ketiga Pengakuan Iman Rasuli. Manusia dibangkitkan sebagaimana Kristus telah bangkit dan itulah kemenangan iman kita (lihat renungan minggu-minggu lalu 1Kor. 15:1-11 dan 1Kor. 15:12-20).

 

Firman Tuhan bagi kita di hari Minggu yang berbahagia ini adalah lanjutannya, 1Kor. 15: 35-38, 42-50. Judul perikopnya: kebangkitan tubuh; yang dimulai dengan pertanyaan menarik: "Bagaimana orang mati dibangkitkan? Dengan tubuh apakah mereka akan datang kembali?" (ay. 35). Pikiran yang sama muncul, apakah saat kita bertemu dengan keluarga dan sahabat kelak di sorga, perlu menggunakan tubuh fisik sehingga dapat saling mengenali? 

 

Rasul Paulus memulainya dengan menggunakan ilustrasi biji atau benih saat ditaburkan, lalu tumbuh dan hidup menjadi tanaman baru; sebuah proses kebangkitan (ay. 36-38). Tubuh yang baru selain memiliki keunikan masing-masing, juga merupakan transformasi ke tubuh rohaniah, sebagaimana tubuh Yesus saat bangkit dari kematian-Nya. Paulus juga menjelaskan tentang Adam, manusia pertama yang berasal dari debu tanah dan bersifat jasmani, namun manusia kedua (Yesus) berasal dari sorga (ay. 45-47).

 

Tubuh rohaniah memang tidak mementingkan daging, namun bisa berwujud sebagaimana Yesus kadang tampil di hadapan murid-murid. Kisah percakapan dalam perjalanan Yesus dengan dua murid ke Emaus, dan juga saat Ia menerobos pintu merupakan penjelasan yang pas untuk hal ini (Luk. 24:30-31; Yoh. 20:19-26). Nas minggu ini juga menjelaskan bahwa kita akan melihat Tuhan Yesus: “Namun, kita tahu bahwa apabila Kristus dinyatakan, kita akan menjadi sama seperti Dia, sebab kita akan melihat Dia dalam keadaan-Nya yang sebenarnya" (1Yoh. 3:2b; Flp. 3:21).

 

Oleh karena itu kita kelak akan bertemu dengan orang-orang yang kita kasihi, meski tanpa tubuh fisik. Kita akan saling mengenali melalui komunikasi rohani, seperti melalui doa dan penglihatan (2Kor. 12:1-4; Ef. 6:18a); Maria mengenali Yesus saat dipanggil namanya (Yoh. 20:16); atau mengenali melalui pernyataan Roh (1Kor. 12:4-11). Kita bahkan akan saling mengenali lebih lengkap dan sempurna. "Sebab, sekarang kita melihat dalam cermin suatu gambaran yang samar-samar, tetapi nanti kita akan melihat muka dengan muka. Sekarang aku hanya mengenal dengan tidak sempurna, tetapi nanti aku akan mengenal secara sempurna, seperti aku sendiri dikenal" (1Kor. 13:12; bdk. Mat. 8:11).

 

Tubuh manusia dari debu, lemah dan dapat binasa, namun tubuh kebangkitan berasal dari sorga, rohaniah, kuat dan mulia. "Sama seperti kita telah memakai rupa dari yang alamiah, demikian pula kita akan memakai rupa dari yang sorgawi" (ay. 42-43; 48-49). Melalui iman kita percaya bahwa Allah telah menyediakan cara bagi orang percaya untuk saling mengenal dan berinteraksi dengan tubuh rohaniah kelak di sorga. Maka dalam kerendahan hati, jangan ragu mengatakan: Sampai bertemu di sorga.

 

Selamat beribadah dan selamat melayani.

 

Tuhan Yesus memberkati, amin.

 

Pdt. (Em.) Ir. Ramles Manampang Silalahi, D.Min.

 

 

Khotbah

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4

Renungan

Pengunjung Online

We have 18 guests and no members online

Statistik Pengunjung

11724690
Hari Ini
Kemarin
Minggu Ini
Minggu Lalu
Bulan Ini
Bulan Lalu
Keseluruhan
1373
5257
39763
11656100
148347
1949916
11724690

IP Anda: 172.70.208.113
2025-02-28 14:19

Login Form