Kabar dari Bukit, Minggu 20 September 2026
Kabar dari Bukit
EGOISME ROHANI DAN PRASANGKA (Yun. 3:10-4:11)
”Lalu Allah berfirman: “Engkau mengasihani pohon jarak itu, padahal engkau tidak berjerih payah atau menumbuhkannya. Ia tumbuh dalam satu malam dan binasa dalam satu malam pula” (Yun. 4:10, TB2)
Selamat pagi dan salam kasih.
Mungkin ada di antara kita merasa dianaktirikan oleh orangtua. Atau di kantor merasa sudah lama bekerja, tapi ada karyawan baru malah diberi perhatian lebih oleh pimpinan. Menurut pandangan kita, ia tidak layak mendapatkan keistimewaan. Kita merasa marah, diperlakukan tidak adil. Bahkan, juga marah terhadap Tuhan, mengapa hidup orang lain lebih diberkati?
Firman Tuhan bagi kita di hari Minggu yang berbahagia ini adalah Yunus 3:10-4:11; ini bagian terakhir kitab Yunus yang kita ingat kisahnya, ia lari dari perintah Tuhan, naik kapal, menceburkan diri dan dimakan ikan besar serta tinggal di dalam perut ikan tiga hari. Tetapi Tuhan selamatkan hidupnya. Ia pun jadi pergi ke Niniwe, mengkhotbahkan agar penduduk bertobat. Raja Niniwe atau Asyur kemudian memerintahkan pertobatan massal, berbalik dari tingkah lakunya yang jahat dan penuh kekerasan. Allah melihat-Nya, menyesal dan tidak jadi menghukum Niniwe (ay. 3:8-10).
Yunus tidak menerima. Ia merasa Niniwe perlu dihukum. Hatinya kesal, lalu marah dalam doanya: "Sekarang, ya Tuhan, ambillah kiranya nyawaku, karena lebih baik aku mati daripada hidup”. Tetapi Allah penuh kasih dan berkata kepada Yunus: "Patutkah engkau marah?” (ay. 4:1-4).
Yunus pun pergi dan menunggu di Timur kota, ingin melihat yang akan terjadi pada kota itu. Ia mendirikan sebuah pondok. Tuhan menumbuhkan sebatang pohon jarak untuk menaunginya. Yunus bersukacita. Tetapi esoknya Tuhan menetapkan datang seekor ulat, menggerogoti pohon jarak itu sehingga layu. Sesudah matahari terbit, Allah menetapkan bertiuplah angin timur yang panas terik sehingga sinar matahari menyakiti kepala Yunus. Ia pun rebah tak berdaya, berharap supaya mati (ay. 5-9).
Tetapi berfirmanlah Allah kepada Yunus: “Patutkah engkau marah karena pohon jarak itu?” Jawabnya: “Selayaknya aku marah sampai mati.” Allah berkata kepadanya: “Engkau mengasihani pohon jarak itu, padahal engkau tidak berjerih payah atau menumbuhkannya. Ia tumbuh dalam satu malam dan binasa dalam satu malam pula. Bagaimana mungkin Aku tidak mengasihani Niniwe, kota yang besar itu, yang berpenduduk lebih dari seratus dua puluh ribu orang....” (ay. 10-11).
Ada beberapa pelajaran hidup dari nas hari ini. Pertama, Allah Maha Kuasa. Ia dapat melampaui segala hukum alam untuk mencapai tujuan-Nya. Tumbuhnya pohon jarak, lalu mati oleh ulat, dan datang terik panas sehingga Yunus lebih frustasi ingin mati saja. Juga berdasar penelitian, masa itu terjadi bencana kelaparan dan wabah, muncul gerhana matahari total yang membuat bumi Niniwe gelap. Ini yang mendorong Raja Niniwe memerintahkan pertobatan setelah mendengar khotbah Yunus, bahwa "Empat puluh hari lagi, maka Niniwe akan ditunggangbalikkan” (Yun. 3:4).
Kedua, Allah Mahakasih. Sejahat-jahatnya Raja Niniwe, setelah ia dan kaki tangannya bertobat, Allah mengampuni dan tidak jadi menghukum mereka. Maka kita pun, jika saat ini masih terikat dengan perbuatan-perbuatan yang tidak berkenan kepada Allah, hentikanlah dan bertobatlah.
Ketiga, jangan berprasangka terhadap keputusan Allah yang menyangkut orang lain. "Sebab, siapakah yang mengetahui pikiran Tuhan? Atau siapakah yang pernah menjadi penasihat-Nya?" (Rm. 11:34). Terakhir, tetaplah rendah hati meski kita dipakai Tuhan. Jangan muncul egoisme rohani, seolah kita lebih hebat dari orang lain. Tetaplah berpegangan, segalanya adalah bagi kemuliaan-Nya (Rm. 11:36).
Selamat beribadah dan bersekutu dengan sesama.
Tuhan Yesus memberkati. Amin.
Pdt. (Em.) Ir. Ramles Manampang Silalahi, D.Min.
Berita Terbaru
Khotbah
-
Khotbah Minggu XIX Setelah Pentakosta – 4 Oktober 2026MENGENAL DIA DAN MENJADI SERUPA DENGAN DIA (Flp. 3:4b-14) Bacaan...Read More...
-
Khotbah (2) Minggu XIX Setelah Pentakosta – 4 Oktober 2026KERAJAAN YANG DIAMBIL (Mat. 21:33-46) "Sebab itu, Aku berkata...Read More...
-
Khotbah (3) Minggu XIX Setelah Pentakosta – 4 Oktober 2026HIKMAT TAURAT DAN KASIH (Kel. 20: 1–4, 7–9, 12–20) ”Janganlah...Read More...
- 1
- 2
- 3
- 4
Renungan
-
Khotbah Utube Membalas Kebaikan Tuhan Bagian 1Membalas Kebaikan Tuhan Bagian 1 Khotbah di RPK https://www.youtube.com/watch?v=WDjALZ3h3Wg Radio...Read More...
-
Khotbah Tahun Baru 1 Januari 2015Khotbah Tahun Baru 1 Januari 2015 Badan Pengurus Sinode Gereja Kristen...Read More...
-
Khotbah Minggu 19 Oktober 2014Khotbah Minggu 19 Oktober 2014 Minggu XIX Setelah Pentakosta INJIL...Read More...
- 1
Pengunjung Online
We have 51 guests and no members online
