Kabar dari Bukit, Minggu 23 Agustus 2026
Kabar dari Bukit
DENGARKANLAH DAN PANDANGLAH (Yes. 51:1-6)
”Arahkanlah matamu ke langit dan lihatlah ke bumi di bawah” (Yes. 51:6a, TB2)
Selamat pagi, salam kasih.
Tentu banyak orang pernah mengalami kesedihan atau pergumulan yang berat, baik karena penyakit, persoalan keluarga, kehilangan orang terkasih, kegagalan, ketidakadilan, atau derita panjang lainnya. Mereka merasa putus asa menghadapi situasi yang terjadi, terlebih bila datangnya mendadak tidak terpikirkan sebelumnya. Persoalan lebih runyam jika jalan hidupnya sejak kecil atau beruntun terus dalam kesulitan. Mungkin timbul pertanyaan: Di mana Tuhan? Atau berkata: adakah saya pernah merasakan kebaikan Tuhan?
Firman Tuhan bagi kita di hari Minggu yang berbahagia ini diambil dari Yes. 51:1-6. Nas ini berbicara tentang situasi umat Israel berada di pembuangan ke Babel. Mereka kehilangan harta/tanah, identitas, Bait Allah lenyap; mereka lemah dan ketakutan, masa depan tidak pasti, pengharapan pupus. Kebanggaan sebagai umat pilihan tidak bermakna dalam realitas yang dihadapi.
Tetapi Nabi Yesaya datang membawa pesan Allah, mengingatkan bahwa umat Israel perlu berhenti memandang keadaan diri semata-mata dan diminta kembali memandang kepada Allah. Mereka perlu mengingat kembali siapa dan dari mana mereka berasal. Allah tidak menjanjikan situasi langsung berubah menjadi baik, tetapi berpandangan semua akan baik-baik sepanjang berjalan dan berpegang pada tuntunan Allah. Itu yang perlu dilakukan.
Bagi yang bertanya kebenaran dan mencari Tuhan, perlu mendengar-Nya (ay. 1a). Suara Tuhan ada dalam firman-Nya yang tertulis di Alkitab. Kenalilah Dia dan kuasa-Nya. Tuhan melalui sejarah telah membuktikan Abraham dituntun dan diberkati. Ia mampu membuat padang gurun seperti Eden dan padang belantara seperti kebun TUHAN – membuat kegembiraan dan sukacita (ay. 2-3).
Maka mereka yang merasa Allah jauh atau belum ikut bekerja dalam hidupnya, perlu melihat dirinya sebagai ciptaan Allah yang sangat berharga di mata-Nya, dengan catatan perlu dikasihi-Nya (Yes. 43:4; Mzm. 165). Oleh karena itu ditambahkan juga, “Perhatikanlah suara-Ku, hai umat-Ku, dan pasanglah telinga kepada-Ku, hai bangsa-Ku. Sebab pengajaran akan keluar dari-Ku dan hukum-Ku sebagai terang untuk bangsa-bangsa” (ay. 4).
Dengan berpegang pada pengajaran dan hukum-Nya, kita akan menjadi anak-anak-Nya. Jika kita setia mengikuti-Nya, Ia juga setia akan janji-Nya, dan kita akan menjadi bagian “gunung batu yang darinya kamu dipahat, dan kepada lubang penggalian batu yang darinya kamu digali” (ay. 1b).
Jika kita berada pada situasi yang lemah, menderita atau takut, jangan fokus kepada kesulitan tersebut; dan tentu kita berupaya bisa. Jangan mengukur masa depan kita berdasarkan keadaan sekarang. Pandanglah Allah, berjalanlah dengan iman yang ujungnya adalah keselamatan jiwa kita (Rm. 1:17; 1Pet. 1:9). Sebab bukankah jiwa lebih utama dari tubuh? Penghiburan Allah kepada umat Israel membuktikan Allah tidak membiarkan kita sendirian. Dengan iman bahwa Allah itu baik dan peduli, jalanilah kehidupan dengan sikap berserah dan penuh optimisme. Jangan berkecil hati sebab (kuasa) Allah kita besar. Sejarah ada di dalam tangan-Nya dan masa depan bukanlah rahasia yang gelap, perubahan terjadi bila berjalan bersama-Nya.
Kita hanya perlu mengarahkan mata ke langit dan melihat ke bumi di bawah; “Sebab langit akan lenyap seperti asap, bumi seperti pakaian yang sudah usang..., tetapi keselamatan dari-Ku akan tetap untuk selama-lamanya, dan keadilan-Ku tidak akan berakhir” (ay. 6). Jangan takut kepada sesuatu yang akan berlalu dan lenyap. Mulailah dengan mendengar dan teguh percaya, pandanglah Allah, semua akan berakhir dengan damai sejahtera.
Selamat beribadah dan bersekutu dengan sesama.
Tuhan Yesus memberkati. Amin.
Pdt. (Em.) Ir. Ramles Manampang Silalahi, D.Min.
Berita Terbaru
Khotbah
-
Khotbah Minggu XV Setelah Pentakosta – 6 September 2026Khotbah Minggu XV Setelah Pentakosta – 6 September 2026 kasih...Read More...
-
Khotbah (2) Minggu XV Setelah Pentakosta – 6 September 2026Khotbah Minggu XV Setelah Pentakosta – 6 September 2026 (Opsi...Read More...
-
Khotbah (3) Minggu XV Setelah Pentakosta – 6 September 2026Khotbah Minggu XV Setelah Pentakosta – 6 September 2026 (Opsi...Read More...
- 1
- 2
- 3
- 4
Renungan
-
Khotbah Utube Membalas Kebaikan Tuhan Bagian 1Membalas Kebaikan Tuhan Bagian 1 Khotbah di RPK https://www.youtube.com/watch?v=WDjALZ3h3Wg Radio...Read More...
-
Khotbah Tahun Baru 1 Januari 2015Khotbah Tahun Baru 1 Januari 2015 Badan Pengurus Sinode Gereja Kristen...Read More...
-
Khotbah Minggu 19 Oktober 2014Khotbah Minggu 19 Oktober 2014 Minggu XIX Setelah Pentakosta INJIL...Read More...
- 1
Pengunjung Online
We have 76 guests and no members online
