Khotbah (3) Minggu IV Prapaskah 30 Maret 2025

Khotbah (3) Minggu IV Prapaskah 30 Maret 2025

 

 DIBARUKAN UNTUK PERDAMAIAN (2Kor. 5:16-21)

 

 Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang (2Kor. 5:17).

 

 

 

Firman Tuhan bagi kita pada Minggu IV Pra-Paskah ini diambil dari 2Kor 5:16-21. Nas ini  merupakan bagian kedua dari perikop Pelayanan untuk pendamaian. Bagian pertama berbicara tentang pentingnya penguasaan diri dalam melakukam sesuatu dan pesannya: "mereka yang hidup, tidak lagi hidup untuk dirinya sendiri, tetapi untuk Dia, yang telah mati dan telah dibangkitkan untuk mereka" (ayat 15). Jadi, sejatinya, mesti ada perubahan orientasi dan cara pandang baru ketika seseorang menerima Kristus dalam hidupnya.

 

 

 

Perubahan baru tersebut yakni melihat segala sesuatu bukan lagi dengan ukuran manusia (ayat 16), yang disebut suka puji-pujian, dan "bermegah karena hal-hal lahiriah dan bukan batiniah" (ayat 12). Manusia baru yang sudah hidup di dalam Kristus selalu berporos melihat pengorbanan Kristus, sebab jalan yang diambil oleh Allah (Bapa) dengan perantaraan Kristus telah mendamaikan kita dengan diri-Nya, dengan tidak memperhitungkan pelanggaran yang telah kita lakukan di masa lalu (Rm. 4:7-8).

 

 

 

Tujuan mendamaikan itu agar kita tidak memiliki rasa kuatir dan tidak menjadi seteru Allah. Kuasa dosa dilumpuhkan, dan bagi yang percaya dan taat, hidupnya kembali sesuai dengan rencana Allah yang indah, "diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya" (Ef. 4:24). Ajakannya menyejukkan: "berilah dirimu didamaikan dengan Allah. Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah" (ayat 20b-21). Hebat. Dahsyat.

 

 

 

Dengan adanya perdamaian itu, maka kita pun haruslah bersedia diminta menjadi utusan-utusan perdamaian Allah bagi setiap orang. Mereka adalah milik Kristus dan kita berkorban bagi semua. Artinya, manusia (baru) dalam Kristus, tidak boleh memiliki musuh seperti saat Saulus memusuhi Kristus, tidak ada lagi menyakiti hati orang lain, marah yang berkepanjangan; sebaliknya justru selalu jadi pembawa damai, dan ini sejalan dengan khotbah-Nya dari bukit: "Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah” (Mat. 5:9).

 

 

 

Pada Masa Pra-Paskah kita diingatkan untuk terus berubah, setiap hari menjadi lebih baru dan lebih baik, bukan saja untuk diri kita sendiri tetapi juga untuk sesama sebagai duta perdamaian Allah. Nilai-nilai dan standar hidup kembali kepada tujuan manusia di dunia ini, yakni menjalankan misi sorgawi dan terus berupaya agar dirinya dan semua orang kembali ke sorga dan bukan ke neraka. Manusia yang terus dibarui, bertumbuh untuk menjadi serupa dengan Kristus (2Kor. 3:18; band. Kol. 3:10). Perlu kehati-hatian, sebab, bagi yang mengatakan tidak bisa, pasti tidak bisa; tetapi bagi kita yang mengatakan bisa dan bertekun, Roh Allah pasti terus menjaga dan menyertai. Hosiana....

 

Selamat beribadah dan selamat melayani.

 Tuhan Yesus memberkati, amin.

Pdt. (Em.) Ir. Ramles Manampang Silalahi, D.Min.